Ada lagi orang yang mengadu bahwa dia miskin. Hasan al-Bashri tetap menjawab, “Mintalah ampun kepada Allah.”

Pengadu berikutnya mengatakan, “Do’akanlah saya agar dikaruniai anak.” Hasan al-Bashri tetap menjawab, “Mintalah ampunan kepada Allah.”

Kemudian ada lagi yang mengadu bahwa kebunnya kekeringan. Hasan al-Bashri tetap menjawab, “Mohonlah ampun kepada Allah.”

Baca:  Kes buli kadet laut Zulfarhan Osman Zulkarnain UPNM dari sudut psikologi

Melihat hal itu, Rabi’ bin Shubaih heran dan berkata pada Hasan Al-Bashri. “Tadi orang-orang berdatangan kepadamu mengadukan berbagai permasalahan, dan engkau memerintahkan mereka semua agar beristighfar, mengapa demikian?’

Hasan al-Bashri rahimahullah menjawab, “Aku tidak menjawab dari diriku pribadi, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengatakan dalam firman-Nya:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا # يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا # وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا

“Lalu aku berkata kepada kaumku, ‘Hendaklah kalian mohon ampun kepada Tuhan kalian dari kekafiran dan dosa-dosa kalian. Tuhan kalian itu senantiasa Maha Pengampun. Allah menurunkan hujan dari langit secara terus menerus kepada kalian. Allah memberikan harta dan anak kepada kalian. Allah memberikan kebun-kebun dan sungai-sungai kepada kalian.’ (Qs. Nuh [71]: 10-12)

Cuba lihat ayat diatas, mohonlah ampun dari Allah swt dan Dia akan berikan hujan, harta, anak, kebun dan sungai kepada kita. Itu baru istighfar.